Untitled Document MARINE IS INDONESIAN FUTURE - MARINE IS INDONESIAN FUTURE
Selasa, 20 April 2010 - 09:38:55 WIB
Banyak Cagub Tak Penuhi Persyaratan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat menemukan banyak calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang belum melengkapi persyaratan untuk maju mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada). "Kita ... Selengkapnya


Kamis, 15 April 2010 - 14:57:19 WIB
PILKADA BUKAN JAWABAN UNTUK MENYELESAIKAN BANYAK PERSOALAN DI SUMATERA BARAT
Setelah partai politik mengusung lima pasang calon Gubernur tersimpan sesuatu yang selama ini dirahasiakan. Kenyataan ini sangatlah ironis bagi masyarakat Sumatera Barat yang mendambakan suatu perubahan untuk perbaikan ... Selengkapnya

Selasa, 22 Desember 2009 - 17:09:29 WIB
INDURSTRI PENDUKUNG PENANGKAPAN TUNA SUMATERA BARAT
PELUANGKontribusi sektor perikanan itu belum signifikan untuk Pembangunan Perikanan Nasional membandingkan dengan potensi perikanan yang sangat besar di Bagian Barat Samudera Hindia. Posisi strategis dan dukungan ... Selengkapnya

Selasa, 22 Desember 2009 - 16:55:43 WIB
STATISTIK TUNA
Data dikumpulkan sejak tahun 1996, bersumber dari perusahaan-perusahaan dan instansi perikanan terkait di Benoa, Denpasar dan Cilacap dengan mengkomposisikan jenis-jenis ikan yang ditangkap kapal rawai, posisi ... Selengkapnya

Rabu, 16 Desember 2009 - 14:03:28 WIB
VISI MISI Pembangunan Sumatera Barat bag XV
KESIMPULAN PROGRAM PEMBANGUNAN DISETIAP SEKTOR1. Perikanan dan kelautanSeperti yang dijelaskan pada program pembangunan sebelumnya, perikanan dan kelautan merupakan program utama. Investor dari Jepang, Korea, Taiwan ... Selengkapnya

Rabu, 16 Desember 2009 - 14:01:57 WIB
VISI MISI Pembangunan Sumatera Barat bag XIV
Strategi Jangka Pendek Yang Harus Dilakukan Dalam Mempersiapkan Sumatera Barat Sebagai Provinsi Internasional Yang Maju Dan ModernDalam mempersiapkan provinsi Sumatera Barat sebagai perikanan Indonesia bagain barat ... Selengkapnya

POSTING TERDAHULU



   
     
 

Untitled Document

"MARINE IS INDONESIAN FUTURE"

Indonesian marine fisheries potential of the fishery, potential of pelagic fisheries and commercial on almost all parts of the sea of Indonesia, which have in the territorial sea, the sea archipelago, and the sea Exclusive Economic Zone (EEZ).

Indonesian wide sea estimated at 5.8 million km² with a second longest coastline in the world along the 81,000 km and the group of islands - the island of 17,845 islands that have the potential of fish is estimated there are as many as 6.26 million tons per year and can be managed sustainably with the details of 4.4 million tons caught in the waters of Indonesia and 1.86 million tons can be obtained from the EEZ.

Utilization potential of marine fisheries of Indonesia, the high economic value, local and export, of course, that can supply the life of the community. Although it has experienced many improvements in some aspects, but are not able to give significant power or the role of economic growth and increased income communities Indonesian fishermen working as a field that is very knowledgeable, especially for the son of the Indonesian people in general.

INVESTMENT LEEWAY
WHAT'S ON WEST SUMATRA SEA?

West Sumatra geographically located in the west coast of Sumatra with the wide sea to reach 138,750 km ² and the length of the coastline 440 km, while the potential for sustainable marine fisheries in the west coast of Sumatra, including West Sumatra is 538,457 tons per year, while reaching new levels of utilization 37%.

According to the data be the Directorate General of Fisheries (2007), that large pelagic fish production in 2006 of 592,341 tons or 21.5% of the Indonesian marine fishery production of 2,752,838 tons. Of these groups the type of production is the largest ear of 31.2% followed by a tuna, shark and tenggiri respective - respective 26.9%, 17.2%, 14.1% and 10.7%. Appeal in 2004, with production of 295,338 tons of pelagic fish production in 2005 amounted to 952,341 tons, so the increase of fish production is the average - average 17.2% every year. If the details in the group type, the increase in the average - the average during the period 1996 - 2005 increased an average 11.1% tuna fish, tuna 7.2%, 5.5% cob, tenggiri 34.9%, and shark 38.1% (General Directorate of Fisheries 2006).

Potential fish in 2007 in West Sumatra the sea of 289,936 tons, while that can be produced is equal to 100,879.6 tons, or 35% of the potential that exists. Thus in sea of West Sumatra and still allows for the development of potentially large fisheries, especially in the waters offshore and Exclusive Economic Zone (EEZ).

From above evidently brief description: The Indonesia and especially The WEST SUMATRA very abundant natural resource potential of the form of fish, and what the solution? what needs to be done? Professional need to break the action and the Smart!

West Sumatra Province is one of the provinces in the archipelago this carpet is located in the western part of the island of Sumatra, where the western facing directly to the Ocean Indies. The one that has important meaning of this province is to have the archipelago of 53,000 km ² and the Exclusive Economic Zone (EEZ) of 57,000 km ² and support by the Mentawai Islands and Nias Islands that stretch out from North to South, so it can strengthen West Sumatra Province directed to the west and even made as a basis in the development of marine fisheries sector in the West. Especially in order to exploit the fishery resources in the Indian Ocean. So also with Wisata Bahari who has been famous to the world with the waves that roll up around the Mentawai and Nias islands that support the activities for tourism and natural surfing under the sea.





MAIN MENU

Beranda (2)
Eksplorasi (3)
Feature (1)
News (5)
Opini (6)
Sukses Pilkada (15)



PALING DIBACA



AGENDA



Yefriwangsa.Com | Media Center

Sekapur Sirih
Marilah Kita “Melaut”

Provinsi Sumatera Barat salah satu provinsi di Pulau Sumatera, yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Walaupun laut di wilayah barat Sumatera Barat merupakan salah satu titik pertemuan lempengan-lempengan kerak bumi yang berpotensi menghasilkan gempa bumi, justru mempunyai arti penting bagi provinsi ini. Sumatera Barat memiliki perairan seluas 53.000 km² dan perairan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) seluas 57.000 km², yang ditunjang oleh gugusan Kepulauan Mentawai dan Kepulauan Nias yang membujur dari utara sampai selatan. Kenyataan ini dapat memperkukuh Provinsi Sumatera Barat untuk diarahkan, bahkan dijadikan sebagai basis pengembangan sektor perikanan laut di Indonesia bagian barat.

Berdasarkan latar belakang di atas, saya sebagai anak nagari Minangkabau, membuka forum ini untuk sumbangsih pikiran-pikiran saya bagi Sumatera Barat di masa yang akan datang. Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi maka paradigma berpikir yang handal untuk kemajuan perekonomian Sumatera Barat diharapkan lahir dari pemimpin kalangan wiraswasta (pengusaha) yang mampu mempublikasikan potensi alam wilayah laut, kawasan pesisir sampai wilayah daratan Sumatera Barat kepada calon investor, baik domestik maupun mancanegara.

Ketika melanglang buana ke berbagai lautan di dunia di puluhan negara, saya melihat sendiri betapa kekayaan laut merupakan potensi yang tidak pernah habis sebagai sumber penghasilan. Saat itu muncul pikiran, nun di kampung halaman saya, adalah sebuah/sepotong persambungan zona yang dilalui oleh potensi perikanan laut yang menghampar dari Madagaskar (Afrika) sampai Australia. Tempat dollar hasil tangkapan ikan didatangkan ke sebuah negara maju...

Melalui forum ini, saya berharap sumbangsih pemikiran-pemikiran saya setelah bertahun-tahun hidup di mahaluasnya tujuh samudera, dapat memiliki tempat dalam ikut menata kembali infrastruktur yang telah berantakan akibat bencana alam gempa bumi. Pemimpin dinamis yang sesuai dengan harapan masyarakat Sumatera Barat tidak cukup hanya didampingi seorang pakar, tetapi pemimpin yang telah teruji dalam menggerakkan perekonomian butuh para pelaku usaha, dengan iuran-iuran pikiran yang bernas dan telah teruji. 

Di sini saya titipkan pesan: “Marilah kita melaut… dan marilah mengubah pandangan tradisional kita tentang laut... Ikan di laut tidak mengenal musim berkembang biak, namun keterbatasan pengetahuan kita yang selalu membatasi eksplorasi kita akan laut... ”


Kapal Tonda
Riwayatmu
Kini
Pada tahun 1999 saya telah memprediksi dan mengajukan statemen bahwa teknik penangkapan ikan dengan alat tangkap tonda di tahun 2004 akan mengalami kemerosotan yang tajam sampai tidak beroperasi. Prediksi dengan statemen itu saya sampaikan kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, anggota DPRD, dan komponen masyarakat yang berpengaruh. Saya juga mengajukan solusi merencanakan untuk memodifikasi kapal tonda menjadi mini tuna long line. Namun prediksi saya bahkan mereka aggap berlebihan. Kenyataannya di tahun 2004 sampai sekarang kapal tonda tidak beroperasi lagi malahan melapuk di pelabuhan Muara Padang.
(Download selengkapnya di menu Download e-book: Perubahan Iklim dan Pemahaman Tradisional pada Behavior
Ikan di Laut Sebabkan Kapal Tonda di Sumbar Gulung Tikar
Oleh Yefri Wangsa )


INDEKS PENCARIAN

/ /




Silahkan berikan pendapat Anda tentang pemanfaatan potensi kelautan Sumatera Barat

Sudah Maksimal
Belum Terjamah
Masih Separuh Hati
Perlu Ditingkatkan

Lihat Hasil Poling