Rabu, 28 Desember 2011 - 16:39:37 WIBPROSPEK CERAH PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK
Kategori: Pertanian - Dibaca: 52 kali

Pada daerah tersebut dapat dikembangkan tanaman pangan organik dengan berbagai macam jenis komoditi. Peluang pengembangan yang bisa diusahakan antara lain adalah pengembangan dari areal yang sudah ada dan membuka lahan baru untuk komoditi pertanian organik. Daerah ini juga bisa dikembangkan berbagai produk olahan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada yang diawali dengan pelatihan agar pemanfaatan teknologi pengolahan dapat diperoleh semaksimal mungkin sehingga produk yang dihasilkan bermutu baik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Untuk berinvestasi dalam pengembangan pertanian organik ini juga sangat menguntungkan. Hasil analisa pada komoditi sayuran (15 jenis komoditi sayuran), dengan investasi sebesar 140 juta rupiah pada tahun pertama, maka pada tahun keempat investor sudah mendapatkan keuntungan kotor sebesar 114 juta rupiah .
Tingginya keuntungan pada tahun ke empat tersebut dikarenakan, investasi yang besar hanya terjadi pada tahun pertama, sementara pada tahun-tahun berikutnya invetasinya tetap.
Karena disamping berpengaruh dalam masyarakat juga pendamping pemerintah dari semua tingakatan dimulai dari tingkat provinsi sampai tingkat nagari.
A. Swasembada Pangan
Sektor pertanian telah terbukti dalam kemapanan perekonomian kerakyatan disamping membuka lapangan pekerjaan yang luas dan juga merupakan tulang punggung mata pencaharian petani Sumatera Barat. Lahan pertanian yag dialiri oleh pengairan yang cukup dari sistem irigasi memadai sehingga dalam 1 tahun bisa melakukan panen 2,5 kali, artinya satu kali panen dari pengolahan lahan memakan waktu selama 4 bulan. Tekhnologi pengolahan lahan dari sistem mencangkul sampai mempergunakan mesin garapan telah mampu mempercepat proses penggarapan sawah tetapi yang perlu di tingkatkan adalah kualitas pupuk, mutu bibit, dan pembasmi hama padi.
B. Difersifikasi Lahan Petanian
Lahan pertanian sebagian besar hanya dimanfaatkan untuk menanam padi, sehingga kesuburan tanah tidak mengalami perubahan, karena biokimia yang terkandung dalam tanah tidak terjadi penambahan zat yang bisa menyuburkan tanah. Bilamana para petani bisa memprediksi pangsa pasar dimusim panen berikutnya dan mengetahui hasil pertanian yang paling menguntungkan maka petani tidak hanya menanam padi, tetapi juga mengganti dengan tanaman lain seperti padi diganti dengan tanaman palawija. Untuk melakukan difersifikasi lahan pertanian, seharusnya petani dapat membagi lahan, sebagian ditanam padi dan yang lain ditanam sayur mayur serta kolam ikan. Sehingga pada lahan yang sama petani dapat menghasilkan padi, sayur, dan ikan.
C. Membuka Lahan Baru
Jika tekhnologi pengolahan lahan, sistem irigasi atau pengairan yang cukup, mendapatkan bibit unggul, pupuk yang bermutu serta pemberantas hama padi dapat diandalkan maka lahan pertanian baru sudah saatnya dibuka. Ada semacam kekhawatiran bagi para petani dengan harga panen yang tidak stabil, sering terjadi pada saat musim harga gabah rendah, sehingga petani mendapatkan keuntungan tidak terlalu besar. Maka peran pemerintah Sumatera Barat yang akan datang sangat perlu mensosialisasikan tekhnologi penyimpanan hasil pertanian yaitu mesin pendingin. Karena hasil pertanian yang berlebihan dengan harga murah maka petani tidak harus menjual hasil pertaniannya seketika tetapi bisa menyimpan sampai harga stabil. Lahan pertanian produktif di Sumatera Barat baru tergarap sekitar 60% sedangkan lahan tadah hujan yang tergarap sekitar 30% disusul lahan gambut baru sekitar 10%. Kondisi ini sangat memungkinkan berinvestasi di sektor pertanian.
- Yefri Wangsa For Gubernur 2015 -2020 -

- Kehidupan masyarakat Sumbar yang perlu mendapat perhatian Part III
- Kehidupan masyarakat Sumbar yang perlu mendapat perhatian Part II
- Kehidupan masyarakat Sumbar yang perlu mendapat perhatian Part I
- PENYEBAB PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN SUMATERA BARAT LESU
- PEMBINA KELUARGA BESAR PKDP DI PERANTAUAN (INDONESIA): KONTRIBUSI PIKIRAN YEFRI WANGSA BAGI SUMATERA
Isi Komentar :



