Selasa, 22 November 2011 - 13:47:14 WIB
Kehidupan masyarakat Sumbar yang perlu mendapat perhatian Part I
Kategori: Pemikiran - Dibaca: 44 kali

Terdapat beberapa permasalahan utama dalam mengembangkan provinsi Sumatera Barat sebagai provinsi yang bertaraf internasional, yaitu:
a) Penduduk Sumatera Barat yang banyak merantau
Usia angkatan kerja penduduk Sumatera Barat cenderung untuk merantau ke daerah lain terutama ke kota ibu kota negara Jakarta karena ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah sendiri tidak memadai. Salah satu indikasinya dapat dilihat dari setiap keluarga yang ada di Sumatera Barat, maka beberapa orang anak dari sebuah keluarga hidup di perantauan. Alasan mereka merantau yaitu untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Biasanya orang yang mapan dan memiliki pekerjaan tetap di daerah enggan untuk merantau. Jelas kedepan tugas berat pemimpin dan masyarakat untuk menumbuhkembangkan bermacam lapangan pekerjaan sehingga merubah pola pikir masyarkat untuk tetap tinggal di daerah demi berdaya guna di daerah sendiri. Bahkan penduduk dari provinsi lainpun akan mencari pekerjaan yang layak di Sumatera Barat.
b) Manajemen dan partisipasi masyarakat dalam sektor pelayanan masih perlu ditingkatkan
Hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya investasi yang berkaitan dengan pelayanan daerah serta pengembangan infrastruktur perlu diarahkan dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan. Mari kita melakukan pelayanan terbaik terhadap orang asing, suku dan daerah lain yang berada di Sumatera Barat untuk diberikan pelayanan dan ramah tamah agar mereka dapat berkolaborasi diberbagai sektor pekerjaan dan kehidupan dalam masyarakat.
c) Fenomena alam Sumatera Barat
Citra Provinsi Sumatera Barat yang ramah, sejuk, indah, aman, dan nyaman dengan panorama alam yang asri menjadi daya tarik penduduk luar provinsi Sumatera Barat untuk datang, baik sebagai penetap, musiman maupun wisatawan serta masyarakat minang yang pulang mudik saat lebaran sehingga pertambahan kunjungan dari perantau diperkirakan 10 juta jiwa, masa tinggal di Sumatera Barat rata-rata selama 10 hari. Diharapakan penyedia pelayanan jasa harus seimbang sesuai dengan musim lebaran. Jadi Sarana jalan, lokasi wisata harus dibangun dan dikelola dengan maksimal.
d) Lahan untuk pengembangan infrastruktur perkotaan tidak di pergunakan dengan baik
Provinsi Sumatera Barat harus menata kembali tata kota yang hancur akibat gempa bumi yang melanda Sumatera Barat. Jika perlu pembangunan kota baru dengan arsitektur modern sejalan dengan rencana pemerintah kedepan untuk menjadikan Sumatera Barat yang maju dan modern, yang didukung dengan pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan dan kelautan dan sektor lainnya yang mempergunakan teknologi tepat guna dan managerial yang profesional dibawah kepemimpinan Gubernur yang akan datang.
e) Jalan sebagai sarana transportasi yang belum dikembangkan
Rata-rata jalan lintas Sumatera Barat melintasi bukit, pegunungan dan lembah yang terjal sehingga rawan terjadinya longsor jika musim hujan. Pembangunan jalan dengan pola yang baru yaitu jalan yang melintasi bukit dan gunung tidak perlu mengikuti alur perbukitan tetapi dibangun jalan layang dan menjadikan bukit tersebut sebagai tempat berdirinya tonggak/pondasi jalan. Beberapa daerah yang seharusnya dekat dengan daerah lain tetapi karena dibatasi dengan bukit dan gunung sehingga menjadi jauh untuk dijangkau. Perlu pembangunan trowongan bukit dan gunung terutama membuka akses langsung dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya.

olehYefri Wangsa For Gubernur Sumatera Barat 2015-2020



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)