Senin, 21 November 2011 - 19:48:49 WIBPENYEBAB PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN SUMATERA BARAT LESU
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 78 kali

Jika hasil produksi dikemas dalam ragam model dan bentuk yang lebih apik lalu dipromosikan secara profesional dengan membangun infrastruktur yang memadai, ketersedian sumber daya manusia (SDM) yang cukup mandiri, ketersedian bahan baku olahan serta memakai tekhnologi penyimpan barang (mesin pendingin) sebelum dipasarkan agar memiliki daya saing baik kualitas maupun kuantitas yang tinggi tentu akan lebih membangun suatu bentuk perindustrian yang lebih tangguh. Di samping itu perlu memakai tekhnologi informatika sebagai sarana promosi termasuk menggunakan berbagai media lain seperti elektronik dan cetak secara kontinyu yang berstandar internasional.
Kenyataannya sampai saat ini masih ada hal-hal yang biasanya selalu menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi di sektor peridustrian di Sumatera Barat sebagai berikut:
- Ketersedian dan kualitas infrastruktur yang tidak memadai baik fisik maupun nonfisik.
- Pasokan energi, seperti bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan gas sering mengalami keterlambatan dan ketersedian yang terbatas. Seharusnya pasokan energi yang dimonopoli oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut harus sejalan dengan kebijakan energi nasional sehingga kebutuhan perindustrian tidak terputus.
- Kebijakan eksport energi kurang mempertimbangkan kebutuhan di dalam negeri dan pendistribusian kurang
profesional ke daerah.
- Konversi energi tidak disertai dengan insentif dan tidak didukung oleh standar serta pedoman yang kurang jelas. Perbedaan persepsi antarsektor. Sebagai contoh adalah
pertimbangan lingkungan. Karena dianggap berbahaya bagi lingkungan, eksplorasi batu bara salah satu sumber energi alternatif itu pun memerlukan proses perizinan yang sulit dan berbelit.
- Kelancaran arus barang dari pusat industri ke pelabuhan Teluk Bayur sering mengalami hambatan terutama akses jalan yang tidak memadai, oknum/aparat selalu melakukan pemeriksaan di luar ketentuan perundang-undangan yang berlaku (melakukan pungli), ditambah kapasitas pelabuhan Teluk Bayur saat ini tidak dapat mendukung kelancaran arus barang baik barang masuk maupun barang yang keluar.
- Kualitas birokrasi perlu ditata dan direformasi karena keterlambatan arus barang sebagian besar disebabkan kinerja birokrasi belum optimal dan kurang profesional.
- Aturan ketenagakerjaan belum mendukung perkembangan industri secara komprehensif, sehingga peningkatan industri dalam memenuhi permintaan hasil produksi belum maksimal.
- Suku bunga perbankan masih tinggi sehingga perkreditan kurang diminati oleh pelaku industri dan sering terjadinya kredit macet.
- Di bidang pemasaran hasil produksi industri tidak menguasi pangsa pasar dan banyaknya peredaran barang impor ilegal dari mancanegara. Industri yang dikelola dengan skala kecil (home industry) perlu mendapatkan perhatian
dari instansi yang berwenang karena telah terbukti menjadikan kemapanan ekonomi masyarakat yang terimplemantasi di rumah tangga. Seperti, tidak berpengaruh terhapap inflasi keuangan, moneter dan sejenisnya.
Untuk mencapai target yang maksimal, mewujudkan kemajuan industri rumah tangga diperlukan:
- Kelompok industri kecil yang memanfaatkan bahan baku tekstil, makanan khas, dikelola secara kreatif dan berbasis budaya Minangkabau.
- Sinergi antardepartemen meliputi departemen perindustrian, perdagangan, pertanian dan keuangan sampai ke tingkat dinas provinsi menjadi pilar utama dalam merealisasikan tingkat
pertumbuhan industri yang ditargetkan.
- Menigkatkan pengadaaan/rekayasa mesin sebagai penggerak bertekhnologi hemat energi dan mampu mendesain hasil produksi berkualitas unggul dalam jumlah banyak.
- Pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang sudah direkrut untuk dipekerjakan di sektor ini serta peningkatan keterampilan, bobot atau etos kerja bagi tenaga kerja yang telah bekerja supaya lebih mapan dan bertanggungjawab. Maka pembayaran gaji dan uang intensif yang memadai adalah tugas dari pengusaha.
- Untuk mencapai target produksi yang maksimal, seharusnya pengusaha industri menerapkan sistem kerja borongan dengan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan
permintaan pasar.
- Untuk mencapai pasar yang lebih luas, sangat perlu mempromosikan hasil produksi dengan memakai teknologi informatika secara luas dan terukur.
Pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian Sumatera Barat sangat perlu menginventarisir serta memfasilitasi pelaku industri kecil menengah yang ada di seluruh Sumater Barat supaya bisa melakukan terobosan dan inovasi baru serta mengetahui ragam, volume, dan kebutuhan pasar. Jika hal tersebut telah dilakukan maka muncul sinergi dengan masyarakat penyedia bahan baku karena kepastian untuk menjual ke industri tersebut sangat terbuka lebar.

- PEMBINA KELUARGA BESAR PKDP DI PERANTAUAN (INDONESIA): KONTRIBUSI PIKIRAN YEFRI WANGSA BAGI SUMATERA
- REKAMAN SEJARAH PERIKANAN DAN KELAUTAN YANG AKAN LAHIR
- YEFRI WANGSA, KANDIDAT GUBERNUR SUMATERA BARAT (2015-2020)
- YEFRI WANGSA HISTORY
- PETUALANGAN KANDIDAT GUBERNUR SUMATERA BARAT (2010-2015)
Isi Komentar :



