Jumat, 18 November 2011 - 18:41:42 WIB
VIETNAM PEMASOK TUNA SEGAR TERATAS DI ASIA TENGGARA
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 80 kali

Membaca judul di atas, kalau dia orang Indonesia, pastilah akan "memanaskan telinga". Betapa tidak, Negara dengan luas laut yang hanya "sepersekian" dari luas laut Indonesia ditambah dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), tiba-tiba saja menjadi sumber berita dengan judul di atas.

Pertanyaan yang muncul tentu,  APA YANG SAKIT PADA BANGSA BESAR INDONESIA? APA YANG SALAH PADA SETTING NEGARA INI? DASAR APA YANG TIDAK KITA LETAKKAN DULU KETIKA NEGARA INI DILAHIRKAN? Atau, KENDALI APA YANG TIDAK KITA MILIKI SEHINGGA SUSAH SEKALI UNTUK MENJADI MAKMUR DARI SUMBER ALAM YANG KAYA YANG SEBENARNYA MENJADI MILIK KITA SENDIRI?

Itu bukan prestasi satu-satunya negara yang pernah terkenal dengan perangnya melawan Amerika Serikat ini. Pada dekade ini mereka sudah menjadi negara pengekspor besar dan ikut memasok ke negara kita yang katanya kaya-raya-subur-makmur ini. Sebelumnya negara Vietnam telah mampu mengekspor udang dan ikan lele ke pasar Amerika bahkan tuna segar juga mendominasi ekspor negara tersebut. Ikan tuna segar yang diekspor adalah jenis sirip kuning (yellow fin). Membaiknya hubungan bilateral Amerika dengan Vietnam lima tahun belakangan ini berdampak positif atas perdagangan hasil perikanan terutama ikan tuna segar. Semenjak tahun 2003, ekspor tuna Vietnam ke Amerika naik hampir $50 juta, sehingga menjadikan Vietnam negara terkemuka di dalam produksi ikan tuna terutama di pasar Amerika. Kebutuhan tuna segar Amerika dari Vietnam bisa dipasok setiap hari karena penerbangan rutin dan penanganan ikan yang baik. Di samping itu, Vietnam mampu memenuhi keinginan konsumen dari berbagai jenis ikan yang diminta. 

Kita semua tahu bahwa negara Vietnam tidaklah sebesar negara Republik Indonesia dan Vietnam bukanlah negara kepulauan yang memiliki laut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan lautan Indonesia. Lalu mengapa Vietnam menjadi negara teratas di kawasan Asia Tenggara dalam mengekspor hasil perikanan terutama ikan tuna? Jelas hal tersebut menjadi suatu tanda tanya. Hampir dikatakan pasti lautan Indonesia yang di percundangi dalam aktivitas penangkapan ikan. (Baca: Kompas 23 Oktober 2009 tentang pencuri ikan oleh kapal Vietnam).

Selain Vietnam negara pemasok ikan ke Amerika adalah Thailand, Kostarika, Ekuador, Brazil, Afrika Selatan dan Sri Langka. Negara tersebut dapat memfaatkan penerbangan langsung ke negara Amerika untuk membawa hasil tangkapan ikan, walaupun dari pelabuhan pendaratan ikan di pulau-pulau terpencil dinegara tersebut. Sebenarnya Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama jika potensi ikan tuna dan jenis lainnya dapat ditangkap dengan jumlah besar, penanganan yang prima dan bermutu. Penanganan yang prima serta memungkinkannya eksplorasi laut Indonesia untuk ikan tuna, pelabuhan pendaratan ikan (Baca: Asumsi Hasil Tangkap Program Kapal Tuna Long Line 45 GT, Uji Coba Near Coastal Sumatera Barat), sebaiknya tidak jauh dari bandara sebagai tempat penerbangan untuk ekspor. Tetapi tidak semua bandara di Indonesia berstandar internasional dan tidak pula semua bandara dekat dengan pelabuhan pendaratan ikan. Contoh yang sudah baik dapat dilihat antara pelabuhan pendaratan ikan di Bungus (Kota Padang) dengan bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kajian ini mestilah mendapat tempat bagi pemerintah Indonesia melalui pemerintah daerah. 

Kebutuhan akan tuna di dunia sangatlah tinggi. Jepang, misalnya, meskipun memiliki armada penangkapan tuna cukup banyak dan beragam, serta mempunyai perwakilan atau agen yang mengurus kapalnya hampir di seluruh negara maritim di dunia atau menyandarkan kapalnya di seluruh pelabuhan perikanan negara-negara Asia, Amerika, Eropa, Afrika dan Australia tetapi kebutuhan ikan tuna negara tersebut masih kurang karena Jepang membeli ikan dengan kualitas yang terjaga. Jepang tidak segan-segan mengembalikan hasil tangkapan ikan yang sudah tiba di negaranya, membatalkan trasaksi pembelian disebabkan oleh kualitas ikan yang diterima. Jepang sangat menjaga mutu dan kualitas ikan yang masuk ke negaranya. Kebijakan ketat Jepang terhadap impor tuna sangat sering mem-PINALTI perusahaan eksportir ikan asal negara kita.

Mereka gagal untuk melakukan transaksi karena mutu ikan yang kurang baik. Jepang adalah negara terbesar pemasok ikan tuna segar di dunia, yaitu 53% ikan tuna sirip kuning, 35% ikan tuna mata besar, dan 11% ikan tuna sirip biru, sedangkan Amerika pemasok ikan tuna terbesar kedua yaitu 64% tuna segar dari semua jenis ikan tuna, 25% ikan tuna mata besar, 6% jenis ikan tuna albacore dan hanya 5% jenis ikan tuna sirip biru. 

Jepang dan Amerika menduduki peringkat teratas dunia dalam hal impor ikan tuna dan hasil perikanan lainnya. Negara-negera tersebut mengandalkan sistem pendingin dan teknologi pengolahan ikan yang baik. Ikan-ikan yang dipasarkan di kedua negara tersebut dapat diolah bermacam-macam
produksi dan mampu menyimpan dan mendistribusikan produksi tersebut dengan sistem pendinginan yang handal ke berbagai penjuru Negara mereka.


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)