Jumat, 18 November 2011 - 17:32:56 WIBSUMBER DAYA MANUSIA (SDM) YANG TIDAK TERAKOMODASI i
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 55 kali

Sumatera Barat sudah saatnya megalihkan pandangan dan membuka mata selebar-lebarnya lalu mengarahkan pandangan ke lautan. Saya sebagai pelaut yang berlayar dari tahun 1989 sampai dengan 1997 telah mangarungi lautan Indonesia dan internasional sewaktu bekerja di kapal penangkapan ikan Negara Jepang.
Alasan tersebut karena sejak berdirinya SUPM Negeri Pariaman tahun 1986 dan mulai menamatkan tenaga yang siap pakai di bidang perikanan telah menyebar ke seluruh penjuru dunia yang bekerja di kapal penangkapan ikan sebanyak 60%, pegawai negeri, Dinas Perikanan sebanyak 30% dan profesi lain sebanyak 10%. Setiap tahunya SUPM Negeri Pariaman dapat menamatkan siswa rata-rata 90 orang dari jurusan penangkapan ikan, mesin perikanan dan budi daya perikanan darat, bahkan di antaranya sudah banyak yang ahli, seperti ahli perakitan cold strage, ahli penangkapan ikan, ahli rancangan alat tangkap ikan, ahli budi daya perikanan darat, ahli pakan ikan, dan bayak lagi keahlian di bidang perikanan.
Alasan tersebut karena sejak berdirinya SUPM Negeri Pariaman tahun 1986 dan mulai menamatkan tenaga yang siap pakai di bidang perikanan telah menyebar ke seluruh penjuru dunia yang bekerja di kapal penangkapan ikan sebanyak 60%, pegawai negeri, Dinas Perikanan sebanyak 30% dan profesi lain sebanyak 10%. Setiap tahunya SUPM Negeri Pariaman dapat menamatkan siswa rata-rata 90 orang dari jurusan penangkapan ikan, mesin perikanan dan budi daya perikanan darat, bahkan di antaranya sudah banyak yang ahli, seperti ahli perakitan cold strage, ahli penangkapan ikan, ahli rancangan alat tangkap ikan, ahli budi daya perikanan darat, ahli pakan ikan, dan bayak lagi keahlian di bidang perikanan.
Semestinya pihak pemerintah menanggapi hal tersebut di atas, karena alumni yang tamat dari SUPM negeri Pariaman hampir 85% adalah putra daerah Sumatera Barat yang sudah banyak memiliki SDM handal di bidang perikanan.
Saya sangat optimis, dengan berbagai keahlian dapat mewujudkan dalam bentuk nyata, yaitu: Alih teknologi kepada masyarakat nelayan tradisionil, meyakinkan para investor domestik dan mancanegara untuk berinvestasi di Sumatera Barat, membuka lapangan pekerjaan yang sangat luas, jika sektor perikanan dapat dikembangkan dengan skala makro dapat berimbas kepada sektor lainnya. Seperti pariwisata, perdagangan, perindustrian, pengolahan hasil tangkapan ikan, pembenihan budi daya perikanan, dan lain sebagainya, Pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran Sumatera Barat dengan pendapatan masyakat yang memenuhi standar kehidupan yang layak dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

- RENCANA DAERAH BASIS KELAUTAN DAN PERIKANAN
- PENGADAAN SISTEM PENDINGIN UNTUK HASIL PRODUKSI PERIKANAN, PERTANIAN, PERKEBUNAN, PETERNAKAN DAN KER
- Pariwisata Sumbar Terpukul Karena Gempa
- KIARA Tuntut Reorientasi Kebijakan Perikanan
- Pariwisata Sumbar Sumbang Rp 7,3 T
Isi Komentar :



