Jumat, 18 November 2011 - 17:20:31 WIB
SUMATERA BARAT BERPOTENSI SEBAGAI CENTRAL PEREKONOMIAN DI KAWASAN SUMATRA
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 119 kali

Secara historis Sumatera Barat terkenal dengan pelabuhan Teluk Bayur sebagai lintas transportasi sehingga arus barang masuk melalui Kota Padang untuk didistribusikan ke seluruh daerah Sumatera Barat termasuk Riau dan Jambi. Akan tetapi Teluk Bayur bisa dikatakan tidak memadai dan belum bisa diandalkan secara maksimal. Hal ini disebabkan tidak ada pengembangan sarana dan prasarana
Teluk Bayur sampai sekarang. Bahkan dari Zaman Belanda Teluk Bayur tetap seperti yang ada sekarang padahal pertumbuhan perekonomian, perdagangan sangat erat hubungannya dengan pelabuhan yang merupakan pintu gerbang dari suatu daerah. Siapapun yang menjadi gubernur di daerah ini dari kemerdekaan Indonesia sampai sekarang tidak seorangpun yang mempunyai nyali managerial, karena terbukti tidak seorangpun Gubernur pada zamannya melakukan renovasi pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang Sumatera Barat, padahal fungsi pelabuhan sangatlah penting untuk pengembangan perekonimian suatu daerah seperti trading (eksport Import) sehingga tidak ada calon investor untuk berivestasi dengan skala besar dibidang apa saja di Sumatera Barat, karena merka telah menghitung dan khawatir setelah memproduksi lalu di eksport melalui pelabuhan mana?

Kita boleh liat langsung kondisi pelabuhan Teluk Bayur yang tiap hari banyaknya kapal-kapal yang labuh jangkar diluar area pelabuhan untuk menunggu giliran (antri), masuk dan menyandar di dermaga. Sejumlah kapal itu bisa menunggu satu-dua minggu baru bisa melakukan bongkar barang, kondisi ini sangat merugikan kepada pengusaha baik pemilik kapal beserta crewnya maupun pengusaha yang punya barang. KAPAN MAU MAJUNYA? Tanpa kita sadari ternyata kebutuhan masyarakat Sumatera Barat banyak didatangkan dari pelabuhan provinsi tetangga seperti Jambi, dan Pekanbaru untuk membawa barang ke Sumatera Barat sehingga menambah cost yang besar.

Sejak dioperasikanya Bandar Udara InternasionalMinangkabau ( BIM ) yang diharapkan dapat digunakan sebagai lintas transportasi udara, tetapi sekarang belumlah berfungsi secara maksimal, karena sarana dan prsarana landas pacu, parkir tidak terlalu besar. Padahal BIM ini bestandar internasional yang juga diharapkan bisa melakukan eksport import kebutuhan Sumatera Barat. Kondisi sampai saat ini belum ada penerbangan tiap hari ke mancanegara karena pertumbuhan perekonomian Sumatera Barat sangat lambat dan masih standar menengah kebawah. Apabila pelabuhan Teluk Bayur dapat disinggahi oleh kapal yang berbobot lebih besar, tentunya para investor berkeinginan untuk berivenstasi di ranah minang ini yang kaya Sumber Daya Alam dari Laut sampai kedaratan, sehingga BIM pun difungsikan sebagai transportasi udara untuk eksport import ke mancanegara mengangkut barang yang sangat diperlukan cepat. Makanya Pelabuhan Teluk Bayur dan BIM sangat penting untuk melakukan renovasi besar-besaran.

Sektor prioritas pembangunan secara umum:
1. Bidang jasa
2. Perikanan dan kelautan
3. Perdagangan 
4. Pembangunan Pintu Gerbang Teluk Bayur dan BIM 
5. Perindustrian

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut dapat dilaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:
1. Bidang jasa/mengurangi angka pengangguran
-  Jasa keagenan crew kapal dan recruitment tamatan SUPM dan SMK Perikanan dan Kelautan untuk
mendapatkan pekerjaan di kapal berbendera asing sebagai ajang pelatihan dan keterampilan yang bisa diterapkan di daerah.
-  Jasa penelitian dan pengkajian kesesuaian pengembangan budi daya laut
-  Jasa konsultan di sertor perikanan dan kelautan laut, jasa penelitian dan pengembangan kesesuaian perikanan laut, jasa penelitian dan pengkajian kesesuaian budi daya laut
-  Survei kelautan dan trasportasi
-  Jasa penunjang kegiatan kelautan dan lepas pantai
-  Jasa pendidikan dan pelatihan dalam bidang perikanan dan kelautan dengan mendirikan akademi
perikanan dan workshop/pelatihan nelayan. 

2. Perikanan dan kelautan
-  Pengembangan perikanan tangkap/kelautan dan budi daya air tawar
-  Ekspor/Impor perdagangan peralatan perikanan
-  Industri hasil pengolahan perikanan
-  Perikanan darat/laut dan pertambangan
-  Badan penelitian dan pengkajian kelayakan pengembangan usaha industri perikanan laut
-  Badan penelitian dan pengkajian pembangunan sarana dan prasarana perikanan laut/darat
-  Penangkapan biota laut, penangkapan ikan di laut, penangkapan crustacean laut, penangkapan molusca laut, penangkapan/pengambilan tanaman laut, penangkapan/pengambilan benih biota
laut
-  Budidaya/pembenihan biota di laut
-  Penangkapan biota, ikan, crustacean dan molusca di perairan umum
-  Budidaya biota air tawar dan air payau
-  Sarana produksi panen dan pasca perikanan laut/darat
-  Penanganan & pengolahan hasil perikanan laut dan budidaya
-  Merekrut investor untuk berinvestasi kepada sektor perikanan kelautan dan sektor lainnya 

3. Perdagangan
-   Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan: ekspor dan impor antarpulau/daerah serta lokal dan intersuler untuk barang- barang hasil produksi perikanan dan produksi lainnya.
-   Menumbuhkan rasa aman dan kondusif bagi pedagang domestik dan manca negara untuk masuk ke Sumatera Barat 

4. Pembangunan
- Membangun pintu masuk Sumatera Barat seperti memperluas pelabuhan Teluk Bayur ke tingkat pelabuhan laut yang berskala internasional. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan arus barang masuk dan keluar daerah Sumatera Barat. Kondisi pelabuhan Teluk Bayur sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan sehingga berdampak kepada pengiriman dan penerimaan untuk kebutuhan masyarakat Sumatera Barat yang berdampak kepada pengusaha trasportasi yang sebagian besar memakai pelabuahan provinsi Jambi dan Riau, yang akana menambah biaya transportasi sehingga berdampak kepada kenaikan harga.
- Mereformasi manajemen pelabuhan baik udara maupun laut
- Menciptakan pelayanan yang maksiamal dan profesional dari semua kegiatan perekonomian 
- Pembangunan dan pengembangan pengairan daerah pertanian dan membuka lahan baru
- Pembangunan dermaga di setiap pemukiman nelayan yang berada di pesisir pantai
- Pembangunan jalan sebagai akses trasportasi di semua daerah, kecamatan, nagari, jorong atau kelurahan, serta dusun, diutamakan bagi daerah yang terisolasi.

5. Perindustrian
- Menumbuhkembangkan industri hasil perikanan baik laut maupun darat, industri garmen atau pakaian
jadi serta industri rumah tangga kerajinan tangan dan industri lainya.
- Menciptakan industri tekstil, pengolahan bahan baku, pertenunan dan kerajinan tangan
Mengembangkan industri batik, kain songket serta pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan
kehutanan.
- Pengembangan industri elektronik.
- Membangun sumber daya listrik minimal setiap kecamatan dengan memanfaatkan air terjun untuk memutar dynamo listrik / turbin skala sedang, menengah, dan sehingga masyarakat tidak lagi
tergantung kepada PLN.


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)