Jumat, 18 November 2011 - 16:55:06 WIB
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Ranah Minang
Kategori: Wisata - Dibaca: 91 kali

Ketika bule berjilabab ke RANAH MINANG Dunia pariwisata merupakan salah satu yang digemari oleh orang untuk mendapatkan kesenangan sekaligus pengalaman baru. Sehingga tujuan wisata itu dapat diperoleh untuk menghilangkan rasa kejenuhan yang disebabkan kegiatan sehari-hari. Bicara tentang daerah pariwisata provinsi Sumatera Barat yang terkenal dengan ranah minang nan elok memiliki pesona alam, keindahan panorama, adat dan budaya sehingga dapat mempesona bagi setiap orang yang menikmatinya. Wisatawan yang berkunjung ke daerah Sumatera Barat tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan manca negara. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan kemajuan teknologi berdampak kepada semua aspek kehidupan. Wisatawan manca negara terkesan membawakan kebiasaan dan prilaku yang biasa mereka pergunakan dalam kehidupan sehari-hari di negara asalnya. Hal tersebut merupakan tabu untuk dilakukan di Sumatera Barat. Banyak kalangan menilai hal tersebut tidak sesuai dengan tatanan kehidupan masyarakat minangkabau yang terkenal sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Bahkan ada kalangan yang menilai extrim tentang keberadaan wisatawan manca negara di Sumatera Barat, mereka berasumsi dapat membawa peradapan barat yang terkesan fulgar akan berimbas ke genarasi muda orang minang kabau.

Apakah betul? Mari kita menyikapi persoalan tentang penilian sebagaian kalangan terhadap wisatawan tersebut. Pada hakekatnya orang-orang asing yang datang dari belahan bumi barat adalah orang-orang yang sangat taat dengan hukum dan berusaha akan mengiktui peraturan-peraturan ke tempat yang akan dikunjunginya. 

Dengan melihat hal tersebut diatas sebenarnya mudah sekali cara mengantisipasi masalah imbas negatif dari kebudayaan barat tersebut. 

Langkah-langkah yang akan diambil pemerintah daerah dalam rangka menambah wisatawan manca negara ke daerah minang. 
1. Mempromosikan secara detail kepada wisatawan tentang pariwisata yang ada di daerah
2. Sumatera Barat
3. Membuat standar harga kunjungan dari suatu kota ke kota lainnya atau dari suatu daerah ke daerah lainya termasuk macam dan harga makanan.
4. Menyebarluaskan peta lokasi wisata melalui media elektronik dan cetak
5. Bagi pemandu dan masyarakat setempat diharapkan bersikap ramah, sopan santun kepada setiap orang
yang datang ke daerahnya.
6. Service yang menyenangkan dimulai dari pintu gerbang Sumatera Barat seperti bandara Internasional Minangkabau (BIM) kepada pelayanan taxi, pemandu, restaurant serta semua fasilitas umum
 
PERDA (PERATURAN DAERAH) Kunjungan Wisata Pemerintah Sumatera Barat lima tahun kedepan akan melahirkan perda tentang kunjungan wisatawan manca negara, antara lain:
1. Peraturan berbusana/berpakaian selama keberadaan di ranah minang
2. Peraturan jam kunjungan ke suatu objek wisata khusus
3. Peraturan penginapan di lokasi wisata dan di kota kabupaten
4. Peraturan lainnya
 
Salah satu bentuk busana bagi setiap wisatawan yang datang ke Sumatera Barat disaat mendarat bandara Internasional diwajibkan mengunakan kerudung bagi perempuan dan celana panjang bagi laki-laki yang menutup aurat rapi dan sopan. Disamping wisatawan tidak lagi mempertontonkan auratnya kepada masyarakat malahan bagi wisatawan merupakan hal yang unik dan menarik dan mereka akan melakukannya.

Pengalaman Yefri Wangsa sewaktu di Jepang

Setelah mandi saya memakai kain sarung, lalu teman kerja saya orang Jepang melihat dan tertawa lucu. Dia bertanya, Ini rok atau celana? Saya jawab, ini namanya kain sarung, orang Jepang menjawab, bolehkah saya mencobanya? Saya balas, Silahkan saja…Lalu si orang Jepang tadi merasa sangat senang dan tertarik, sehingga dia menginginkan sarung tersebut dan memintanya.  
Pengalaman saya tersebut akan sangat memungkinkan bagi wisatawan untuk membawa kerudung dan mempublikasikan di negara asalnya. Maka terbuka celah marketing pemasaran.


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)